Home » , » Sejarah, Ilmu Pengetahuan dan Al-Quran

Sejarah, Ilmu Pengetahuan dan Al-Quran

Written By Reza Ageng on Saturday, August 25, 2012 | 3:04 AM

Sejarah, Ilmu Pengetahuan dan Al-Qur’an

            Kata sejarah secara harfiah berasal dari bahasa Arab (syajaratun) yang artinya pohon. Dalam bahasa Arab sendiri, sejarah disebut tarikh. Adapun kata tarikh dalam bahasa Indonesia artinya kurang lebih adalah waktu atau penanggalan. Dalam istilah bahasa-bahasa Eropa, istilah sejarah yang dipakai dalam literatur bahasa Indonesia itu terdapat beberapa variasi, dalam bahasa Yunani adalah historia. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan history, bahasa Prancis historie, bahasa Italia storia, bahasa Jerman geschichte (yang berarti yang terjadi), dan bahasa Belanda dikenal gescheiedenis. Melihat makna dari arti bahasa-bahasa tersebut dapat disimpulkan bahwa sejarah menyangkut waktu dan peristiwa, yaitu  merupakan peristiwa terdahulu yang benar-benar terjadi. Waktu adalah penting dalam memahami suatu peristiwa.

            

Tidak ada seorang manusia pun yang kehidupannya terlepas dari sejarahnya. Dengan sejarah diharapkan generasi sekarang mampu memahami dan mengenal dirinya sendiri dengan apa yang telah dilakukan oleh orang-orang terdahulu (generasi terdahulu), memahami masa lampaunya,  masa kekiniannya, dan mampu “meneropong” ke masa yang akan datang, tentunya dengan modal pemahaman terhadap masa lampau dan masa kini untuk berpijak pada masa depan yang lebih baik.

            Dalam Al-qur’an begitu banyak kisah-kisah dan peristiwa masa lalu yang telah Allah abadikan agar kita sebagai manusia dapat mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut. Dari sejak nabi Adam AS hingga nabi Muhammad SAW, telah begitu panjang sejarah kehidupan manusia. Rekaman dan catatan kehidupan dari sejak dulu hingga kini menjadi pengalaman dan pengajaran bagi umat-umat atau generasi-generasi berikutnya. Al-qur’an membimbing manusia kepada keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Kita dituntut untuk berpikir memahami setiap peristiwa yang diabadikan Allah tersebut. Tidak semata-mata Allah mengisahkan peristiwa-peristiwa sejarah umat terdahulu dalam Al-qur’an kecuali agar manusia bisa mengetahui, memahami dan mempelajarinya yang kemudian mengambil hikmah bagi kehidupannya. 

            Sebagai contoh dalam Al-qur’an (Surat Yunus:75-92), dikisahkan bagaimana salah seorang raja mesir (Fir’aun Mineptah) yang ditenggelamkan oleh Allah akibat ulah-nya mendustakan ayat-ayat Allah yang disampaikan Nabi Musa. Kemudian Allah selamatkan jasadnya, dengan tujuan agar manusia mendapat pelajaran dari peristiwa tersebut.
           
            Ilmu Pengetahuan Modern dan Al-qur’an
            Peristiwa diselamatkannya jasad Fir’aun Mineptah setelah ditenggelamkan oleh Allah yang diabadikan dalam Al-qur’an tersebut kemudian pada tahun 1975 diteliti oleh seseorang berkebangsaan Prancis yang bernama Prof. Dr Maurice Bucaille. Bucaille adalah seorang ahli bedah kenamaan Prancis dan pernah mengepalai klinik bedah di Universitas Paris. Ia dilahirkan di Pont-L’Eveque, Prancis, pada 19 Juli 1920, dan pada 1973, ia ditunjuk menjadi dokter keluarga oleh Raja Faisal dari Arab Saudi. Tidak hanya anggota keluarga Raja Faisal yang menjadi pasiennya. Anggota keluarga Presiden Mesir kala itu, Anwar Sadat, diketahui juga termasuk dalam daftar pasien yang pernah menggunakan jasanya. Namanya mulai terkenal ketika ia menulis buku tentang Bibel, Alquran, dan ilmu pengetahuan modern atau judul aslinya dalam bahasa Prancis yaitu La Bible, le Coran et la Science di tahun 1976.

            Ketertarikan beliau terhadap Islam mulai muncul ketika secara intens dia mendalami kajian biologi dan hubungannya dengan beberapa doktrin agama. Karenanya, ketika datang kesempatan kepada Bucaille untuk meneliti, mempelajari dan menganalisis mumi Fir’aun Mineptah ini, ia mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menjawab misteri di balik penyebab kematian Fir’aun Mesir kuno tersebut.

            Ternyata hasil akhir penelitian yang diperolehnya tersebut sangat mengejutkan. Sisa-sisa garam yang melekat pada tubuh sang mumi adalah bukti terbesar bahwa dia telah mati karena tenggelam. Jasadnya segera dikeluarkan dari laut dan kemudian dibalsem untuk segera dijadikan mumi agar awet. Penemuan tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan dalam pikiran beliau. Bagaimana jasad tersebut bisa lebih baik dari jasad-jasad yang lain, padahal dia dikeluarkan dari laut?. Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi? Bahkan, mumi tersebut baru ditemukan sekitar tahun 1898 M, padahal Al-qur’an telah ada ribuan tahun sebelumnya. Sementara itu, dalam kitab suci agama lain, hanya membicarakan tenggelamnya Firaun di tengah lautan saat mengejar Musa tetapi tidak membicarakan tentang mayat Firaun yang diselamatkan tersebut. Bucaille pun makin bingung dan terus memikirkan hal itu. ”Apakah masuk akal mumi ini adalah Firaun yang akan menangkap Musa? Apakah masuk akal, Muhammad mengetahui hal itu, padahal kejadiannya ada sebelum Alquran diturunkan?”.

            Setelah beliau berpikir dan bertukar pikiran dengan para ilmuan Muslim yang menjelaskan bahwa dalam Al-Qur’an (Surat Yunus:92) telah diceritakan kisah jasad Fir’aun yang diselamatkan oleh Allah, beliau kemudian menyimpulkan bahwa agama Islam itu benar, bahwa ayat Al-qur’an tersebut masuk akal dan mendorong ilmu pengetahuan untuk maju. Akhirnya beliau menyatakan ke-Islamannya dan beriman terhadap Al-qur’an dan ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad.

            Belajar dari Sejarah
            Salah satu kisah sejarah yang diabadikan dalam Al-qur’an ini memberikan pelajaran kepada kita sebagai manusia yang hidup di jaman sekarang. Bagaimana kita sebagai hamba Allah dapat mengambil hikmah dari peristiwa tersebut. Bagaimana Allah begitu jelas memberikan petunjuk kepada kita baik dalam Al-qur’an maupun hadits Rasulullah SAW. Begitu banyak kisah-kisah lainnya dalam Al-qur’an yang memberikan gambaran kepada kita untuk diambil hikmah dan pelajaran dalam mengarungi kehidupan ini.  
    
            Kisah dalam kitab suci al-Qur'an sangat penting untuk dijadikan petunjuk dan sekaligus pendidikan bagi manusia untuk mengenal diri dan juga Tuhannya. Itulah salah satu di antara cara yang bisa kita tangkap, bagaimana Allah SWT mendidik manusia lewat al-Qur'an, dengan memberikan kisah-kisah nyata tentang kehidupan manusia, sejak awal kejadiannya hingga berbagai zaman selanjutnya. Wallahualam bisshawab

Oleh    : Fadli Roby S.Pd 
             Guru Mata Pelajaran Sejarah di Pesantren Persatuan Islam no 31 Banjaran Kabupaten Bandung.

Lihat Juga postingan sebelumnya tentang Peran Penting Pendidikan Sejarah dan Vuclip 
Share this article :

3 comments:

  1. nice day :)
    Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan,
    pergilah ke tempat-tempat kamu inginkan,
    Jadilah seperti yang kamu inginkan,
    karena kamu hanya memiliki satu kehidupan
    dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal
    yang ingin kamu lakukan

    http://www.nolimitadventure.com/

    ReplyDelete

Terima kasih Sudah Memberikan Komentar, Tunggu Beberapa Saat Komentar Anda Sedang Di Riview Untuk Mencegah SPAM

 
Support : Harga Handphone Terbaru | Sepatu Pantofel | Jaket Kulit
Copyright © 2011. Science | Lifestyle - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger
close
close